Blogger Template by Blogcrowds.

Penulis vs Editor

Setiap hari saya bergelut dengan tulisan. Hampir setiap hari pula saya membetulkan ejaan tulisan yang saya baca. Ternyata kesalahan ejaan kebanyakan penulis atau penerjemah itu hampir sama. Karena berjibaku (*halah*) dengan hal-hal semacam inilah saya jadi hafal mana bentuk yang baku dan mana yang tidak (walaupun tidak semuanya, apa gunanya kamus kalau begitu :P), dan ini terbawa juga ketika saya menulis. Untung teknologi sudah canggih, jadi tinggal klik menu Find & Replace di MS Word dan saya tidak perlu mengganti kesalahan ejaan satu per satu. Bayangkan saja kalau ada buku tebal yang bisa dipakai untuk bantalan dan banyak kesalahan ejaannya, haha. Bisa keriting tangan saya.

Ini adalah beberapa bentuk bahasa Indonesia nonstandar yang sering saya temui:
  • 'terdiri dari', seharusnya 'terdiri atas'
  • 'subyek', 'obyek', seharusnya 'subjek', 'objek'
  • 'terus menerus', seharusnya 'terus-menerus'
  • 'merubah', 'dirubah', seharusnya 'mengubah', 'diubah'
  • 'dan lain sebagainya', seharusnya 'dan sebagainya'
  • 'mempengaruhi', seharusnya 'memengaruhi'
  • 'memperhatikan', seharusnya 'memerhatikan'
dan masih banyak lagi sampai saya bisa membuat daftarnya. Anda bisa melihatnya di sini. Itu baru kesalahan ejaan. Belum kalau kesesuaian antarkalimat, koherensi, terjemahan yang kurang tepat, dan detail-detail lainnya. Lho kok jadi curhat. Tapi kalau tidak demikian, mungkin editor akan kehilangan pekerjaan, haha.

8 Comments:

  1. puput said...
    kalau saya lebih sering harakiri dengan ide sendiri(halah)

    oh ngunu ya mbak :-?
    namanya dosa yang dianggap biasa kui mbak, kesalahan sing dimaklumi dan diteruskan.
    teguh said...
    walah baru tau aku ternyata bentuk penulisanku sembrawut :( ... nin kenapa km ndak sekalian jadi editor di e-loen dan wiki...
    gimana nin, mau kan?
    Zen said...
    sip sip sip, hidup editor! naikkan gaji editor!
    ninaz said...
    @puput,
    iya put...dengan begitu editor bisa survive..kekek..

    @teguh,
    lho aku ki sudah jadi editor di dua forum itu secara diam2 lho..:P

    @zen,
    setuju!!
    Fernando said...
    Lha kapan kamu jadi penulis sekaligus editornya Nin?
    BTW salary dah naik belum? Ntar lagi BBM naik tinggi lho...
    fahmi said...
    wah wah...iki aku butuh berguru nih sama nina..!**ngati-ngati nulisku**
    wedi nek salah
    giiil! said...
    ouch..berarti saya memang perlu beli kamus.

    lam kenal.. *harusnya salam kenal :)
    ninaz said...
    @fernando,
    nek wis dadi nulis ra usah diedit...ndak editore makan gaji buta..keke..

    @fahmi,
    siap menjadi gurumu...halah

    @giiil,
    lam kenal balik (biar gaul pake "lam kenal aja"..keke..)

Post a Comment



Newer Post Older Post Home